BANGKA – Masyarakat Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, menyambut gembira dengan adanya pembangunan sumur bor dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129. Selama bertahun-tahun, mereka harus bergantung pada danau yang merupakan bekas lokasi tambang sebagai sumber air, namun kualitas air tersebut tidak memadai untuk konsumsi.
Warga yang tinggal di sekitar tambang biasanya menggunakan danau untuk mandi dan mencuci, meskipun mereka menyadari adanya risiko akan keselamatan air tersebut. Sunarto, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa kondisi ini berlangsung cukup lama dan sangat menyulitkan.
“Kami terpaksa mengambil air dari danau, meskipun kami tidak yakin dengan kebersihannya,” ungkap Sunarto. Sebagai solusi sementara, warga membeli air galon untuk keperluan minum dan memasak, yang tentunya menambah beban keuangan rumah tangga.
Harga air bersih tersebut bisa mencapai Rp150 ribu untuk 1.000 liter, apalagi bagi mereka yang tinggal jauh dari lokasi tambang. Ini menjadikan sumur bor dari TMMD 129 sebagai harapan baru bagi penduduk, yang diharapkan bisa memenuhi seluruh kebutuhan air bersih mereka.
“Kami berterima kasih dengan adanya sumur bor ini. Semoga ini mengurangi kesulitan kami dalam mendapatkan air bersih,” kata salah satu warga.