BOJONEGORO, – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang diorganisir oleh Kodim 0813 Bojonegoro telah menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak sekadar berfokus pada aspek fisik seperti pembangunan jalan atau adukan semen.
Lebih dari itu, TMMD berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan semangat kepemimpinan, pengabdian, dan pembelajaran untuk generasi muda. Suasana keakraban terlihat jelas di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (2/8/2026).
Lettu Ckm Purnomo, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD, terlibat langsung dalam kegiatan ini bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro) dengan memberikan pengarahan dan motivasi. Kegiatan pertemuan yang bersahabat dan komunikatif ini membahas pentingnya pengalaman mahasiswa selama KKN sebagai cara untuk memahami kehidupan masyarakat desa secara mendalam.
Ia menekankan bahwa pemuda merupakan kekuatan pendorong perubahan yang dapat membawa inovasi dan ide segar ke wilayah pedesaan. Lettu Purnomo berharap agar mahasiswa memanfaatkan KKN ini sebagai pengalaman berharga dengan menghormati budaya lokal dan memberikan kontribusi terbaik.
“Jadikan kehadiran kalian sebagai dampak positif bagi desa,” ucapnya di hadapan mahasiswa. Dia juga menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan keterampilan komunikasi dengan masyarakat. Selain itu, pentingnya gotong royong sebagai inti dari keberhasilan TMMD pun ditekankan olehnya.
“Kerja sama antara TNI, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat akan mendatangkan hasil yang lebih signifikan bagi pembangunan desa,” tambahnya. Pesan ini disambut dengan penuh semangat oleh mahasiswa.
Kehadiran Satgas TMMD mendorong mereka untuk tidak hanya menjalankan program kampus, tetapi juga untuk aktif dalam berbagai aksi sosial, pembangunan, dan pemberdayaan ekonomi di Desa Kesongo. Melalui program ini, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menegaskan bahwa kolaborasi antara aparat, akademisi, dan masyarakat dapat diintegrasikan demi tujuan bersama yaitu kemajuan desa.
Sinergi antara seragam loreng TNI dan almamater mahasiswa menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan juga mencakup investasi pada potensi manusia di mana generasi muda yang berkarakter dan memiliki jiwa sosial tinggi akan siap mengabdi untuk negara.