BANGKA – Di Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, penduduk telah hidup kekurangan air bersih selama bertahun-tahun. Ini menjadi semakin sulit ketika musim kemarau melanda, di mana akses ke sumber air bersih semakin terbatas.
Sebagian dari mereka yang tinggal berdekatan dengan lokasi tambang, terpaksa harus menerima kenyataan bahwa danau bekas tambang menjadi alternatif untuk mandi, mencuci, dan berbagai aktivitas sanitasi. Akan tetapi, kualitas air dari danau itu menjadi masalah besar yang membayangi keselamatan kesehatan mereka.
“Bagi kami yang berdekatan dengan tambang, danau yang ada adalah pilihan yang harus dilakukan. Namun, kebersihan air tersebut masih sangat diragukan,” jelas Sunarto, seorang anggota komunitas desa.
Demi keperluan minum dan masak, banyak warga terpaksa membeli air galon. Sementara itu, mereka yang tinggal jauh dari tambang harus menanggung biaya lebih mahal dengan membeli air bersih dengan harga Rp150 ribu per 1.000 liter. Harapan masyarakat kini tumbuh berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, yang melaksanakan pembangunan sumur bor untuk mengatasi masalah air bersih yang telah lama mengganggu.