LAMONGAN — Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilaksanakan oleh Kodim 0812/Lamongan terus menghadirkan kontribusi positif yang signifikan. Di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, para prajurit TNI bersinergi dengan masyarakat lokal untuk menyelesaikan proyek pengecoran jalan rabat beton dan perbaikan bahu jalan. Kerjasama ini tidak hanya mempercepat infrastruktur dasar, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong yang merupakan identitas budaya bangsa Indonesia.
Di lokasi proyek, suasana kebersamaan tampak nyata saat anggota TNI berseragam dan warga desa bersama-sama mengoperasikan alat berat seperti ekskavator serta menggunakan gerobak dorong. Pengurukan dan perataan tanah dilakukan secara bertahap untuk memastikan bahwa struktur jalan yang baru dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Dengan adanya jalan beton yang dibangun, diharapkan akses bagi kendaraan roda dua dan roda empat di area tersebut akan menjadi lebih baik.
Infrastruktur jalan yang layak ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas antar dusun dan memperlancar distribusi hasil pertanian para penduduk Desa Tlemang. Selama ini, akses yang sulit seringkali menjadi masalah bagi petani dalam mengangkut hasil panen dari kebun dan sawah mereka. Dengan jalan beton yang ada, waktu dan biaya transportasi dapat berkurang secara signifikan.
Dansatgas TMMD 129 Kodim 0812/Lamongan menegaskan bahwa peran serta warga sangat penting dalam kesuksesan program ini. Ia menekankan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai jembatan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. “Pembangunan ini adalah milik bersama. Kami hadir untuk melayani dan bekerja bersama rakyat demi mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan bagi desa,” ungkapnya di lokasi.
Kepala Desa Tlemang juga memberikan apresiasi tinggi kepada para prajurit TNI yang tiada henti berjuang. Ekspresi bahagia terlihat dari keaktifan warga yang terlibat langsung setiap harinya. “Kami di Desa Tlemang sangat berterima kasih kepada TNI dari Kodim 0812/Lamongan. Jalur ini dulunya sangat sulit dilalui, terutama saat hujan. Sekarang setelah dicor beton dan diperlebar, akses menjadi lebih baik. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi kami,” kata Bapak Sutrisno, salah satu tokoh masyarakat setempat.