NUNUKAN – Pembangunan infrastruktur jembatan di Kampung Bajau, Desa Tanjung Karang, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi sorotan utama bagi masyarakat di kawasan perbatasan. Infrastruktur ini memainkan peran krusial dalam meningkatkan aksesibilitas dan pembangunan ekonomi masyarakat yang selama ini tergantung pada jalur transportasi di area permukiman.
Desa Tanjung Karang tidak hanya terkenal sebagai wilayah perbatasan dengan Malaysia, tetapi juga sebagai daerah yang digerakkan oleh aktivitas pertanian, perikanan, dan perdagangan. Sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang berfokus pada perbaikan infrastruktur dasar hingga ke seluruh desa, target pembangunan 5.000 jembatan desa diharapkan dapat tercapai hingga tahun 2026.
Pembangunan ini juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Darat, di mana Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa 300 jembatan gantung telah dibangun dalam tiga bulan terakhir. Kerjasama ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di lokasi terpencil.
Keberadaan jembatan memberikan harapan baru bagi masyarakat Kampung Bajau. Dengan akses yang lebih lancar, diharapkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar menjadi lebih baik. Selain itu, Tanjung Karang diketahui memiliki potensi wisata yang cukup besar yang dapat mendukung perekonomian lokal, seperti Pantai Batu Lamampu dan Pantai Kayu Angin, yang menjadikannya sebagai desa wisata yang menarik bagi pengunjung.