Lamongan, – Di tengah suasana desa Tlemang, suara gergaji dan alat pertukangan lain terdengar harmonis seiring dengan aktivitas anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan. Dengan keterampilan yang dimiliki, prajurit bekerja dengan cermat, mengukur dan memotong kayu untuk membuat bekisting tiang cor kuda-kuda yang merupakan bagian dari program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ketepatan dalam memotong kayu bukan hanya sekadar aspek teknis bagi para prajurit, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab mereka untuk memastikan bahwa setiap milimeter diukur dengan teliti. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi keluarga yang menerima bantuan, karena struktur atap yang kuat merupakan kunci untuk melindungi mereka dari berbagai ancaman, termasuk masalah struktural yang dapat mengganggu keamanan tempat tinggal.
Momen haru pun terlihat saat ibu Nurhayati, salah satu warga penerima RTLH, menyaksikan dengan penuh harapan para prajurit yang bekerja keras. Dalam suasana yang penuh keakraban ini, batasan antara TNI dan masyarakat tampak menghilang. Sebuah rasa kebersamaan hadir melalui bantuan tenaga, tawa yang riang, dan secangkir kopi dari warga, yang menjadi motivasi bagi para prajurit dalam menjaga semangat gotong royong.
Ketelitian yang ditunjukkan dalam aktivitas ini tidak hanya merupakan pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian prajurit kepada masyarakat. Melalui TMMD ke-129 di Desa Tlemang, para anggota Satgas menunjukkan bahwa di balik seragam militer mereka, terdapat kepedulian yang mendalam untuk membantu mendorong impian serta meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat desa.